Alamat Kebagusan City Tower C Lantai 7 Nomor 15, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
July 29, 2025

Surakarta — Yayasan Tribuno Svastha Harena bersama Sanggar Sarotama menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka pengembangan program Wisata Edukasi Dalang Bocah sebagai upaya pelestarian budaya Jawa sekaligus penguatan pendidikan karakter generasi muda melalui seni tradisi wayang.

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh nuansa budaya tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pegiat pendidikan, pelaku seni, dan komunitas budaya untuk merumuskan konsep wisata edukasi yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki nilai pembelajaran budaya yang kuat bagi anak-anak dan masyarakat.

Diskusi membahas berbagai strategi pengembangan program, mulai dari pengenalan dunia pedalangan sejak usia dini, pembelajaran nilai filosofi wayang, penguatan karakter berbasis budaya Jawa, hingga pengemasan wisata edukasi yang kreatif dan adaptif di era digital.

Perwakilan Yayasan Tribuno Svastha Harena menyampaikan bahwa wayang bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan warisan budaya yang mengandung nilai moral, pendidikan, dan kearifan lokal yang perlu diwariskan kepada generasi muda.

“Dalang bocah merupakan simbol regenerasi budaya. Melalui wisata edukasi ini, anak-anak tidak hanya belajar seni pertunjukan, tetapi juga memahami nilai etika, kepemimpinan, gotong royong, dan filosofi kehidupan yang terkandung dalam budaya wayang,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak Sanggar Sarotama menegaskan pentingnya kolaborasi lintas komunitas dalam menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan budaya populer dan arus digitalisasi yang semakin cepat.

Konsep Wisata Edukasi Dalang Bocah dirancang sebagai media pembelajaran budaya yang interaktif dengan menghadirkan pengalaman langsung kepada peserta untuk mengenal tokoh wayang, proses mendalang, gamelan, bahasa Jawa, hingga nilai-nilai budaya tradisional yang hidup di masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Yayasan Tribuno Svastha Harena dalam mendukung pelestarian budaya lokal melalui pendekatan pendidikan kreatif dan kolaboratif. Diharapkan program tersebut mampu menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda agar tetap mencintai budaya bangsa sekaligus mampu mengembangkan kreativitas di era modern. Melalui sinergi budaya, pendidikan, dan komunitas, pengembangan wisata edukasi dalang bocah diharapkan dapat menjadi model pelestarian budaya yang berkelanjutan serta memperkuat identitas budaya Jawa di tengah masyarakat.

Leave a Comment