Sabtu, 25 Juli 2026 – Yayasan Tribuno Svastha Harena menyelenggarakan Pelatihan Produksi Konten Literasi Digital Berbasis Bahasa dan Budaya Indonesia pada Sabtu (25/7/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memproduksi konten digital yang mengangkat kekayaan bahasa dan budaya Indonesia. Pelatihan menghadirkan dua narasumber, yakni Risma Nur Rahmawati, S.S., M.A. dan Hilmy Yahya Masyhuda, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini terselenggara atas dukungan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua Yayasan Tribuno Swastha Harena, Dr. Tri Santoso, M.Pd. yang menyampaikan mengenai urgensi konten literasi digital berbasis budaya lokal. “Keberhasilan literasi digital tidak hanya diukur dari banyaknya konten yang diproduksi, tetapi juga dari kualitas, nilai, dan dampak positif yang dihasilkan bagi masyarakat,” ujar Dr. Tri Santoso, M.Pd. “Konten-konten bermuatan budaya menjadi bahan literasi yang penting untuk terus kita kampanyekan di media sosial sebagai usaha mengenalkan budaya kita yang kaya kepada generasi penerus,” imbuhnya.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap semakin masifnya penggunaan media sosial, terutama di kalangan Generasi Z. Di tengah derasnya arus informasi digital, konten yang mengangkat bahasa dan budaya lokal dinilai masih minim serta kurang mendapatkan perhatian dibandingkan dengan konten hiburan atau tren global. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak kreator konten yang mampu menghadirkan materi edukatif berbasis kearifan lokal dengan pendekatan yang kreatif dan relevan.
Kegiatan pelatihan dimulai dengan materi mengenai Produksi Konten Literasi Digital Berbasis Bahasa dan Budaya Lokal yang disampaikan oleh Risma Nur Rahmawati, S.Pd., M.Pd. Materi pelatihan yang kedua berupa Literasi Digital Berbasis Bahasa dan Budaya Lokal yang disampaikan oleh Hilmy Yahya Masyhuda, S.Pd., M.Pd. Kedua materi tersebut menjadi fondasi dasar dalam penyusunan konten literasi digital berbasis bahasa dan budaya lokal.
Peserta pelatihan berasal dari berbagai kalangan dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka selama sesi pemaparan materi maupun diskusi interaktif bersama para narasumber. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pentingnya literasi digital, tetapi juga dibekali keterampilan dalam merancang dan memproduksi konten yang memanfaatkan bahasa Indonesia secara baik serta memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat. Melalui kegiatan pelatihan literasi dan kolaborasi dari berbagai pihak, Yayasan Tribuno Svastha Harena berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat ekosistem literasi digital yang berakar pada nilai-nilai bahasa dan budaya Indonesia. Kegiatan pelatihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan identitas bangsa melalui media digital.
Dokumentasi :


